Yuk, Kenali Makananmu!

Di era modern ini, banyak jenis makanan yang dapat di konsumsi secara instan. Apasih makanan instan itu? Makanan instanadalah makanan yang dapat dinikmati oleh konsumen tanpa melalui proses memasak yang lama atau rumit. Produsen makanan instan menekankan tiga poin penting dalam produksinya yaitu praktis, mudah, dan cepat. Jenis makanan instan yang disajikan juga berbeda-beda, ada makanan instan yang disiapkan dan dikeringkan dengan cara tertentu untuk nantinya dapat disajikan dengan hanya menambahkan air panas, seperti kopi , teh, sup, dan mi instan. Adapula, makanan yang telah dimasak terlebih dahulu dan hanya perlu dipanaskan sebelum disajikan, seperti nugget, sosis, dan daging olahan lainnya.

gambar'

Kebutuhan hidup manusia semakin meningkat dan kesibukan-kesibukan dalam berbagai aktivitas seperti pekerjaan seringkali membuat kita menomor duakan kebutuhan-kebutuhan pokok, seperti makanan. Hal tersebut menjadi kesempatan bagi produsen makanan instan untuk memperoleh keuntungan. Terbukti dengan adanya produk-produk instan baru yang membuat masyarakat penasaran ingin mencobanya. Banyaknya produk makanan instan yang beredar di pasaran semakin memanjakan konsumen apalagi untuk kalangan remaja. Timbul pola pikir “Kalau ada yang mudah, kenapa harus memilih yang susah?” Banyak orang tidak menyadari efek samping bagi kesehatan dalam mengonsumsi makanan instan mulai dari bahan-bahan yang terkandung didalamnya, zat aditif dan kemasan yang menjadi faktor pengganggu kesehatan. Berikut kandungan yang terdapat di dalam suatu pruduk makanan instan :

  1. Aspartam

Bahan pemanis buatan ini hampis terdapat pada semua makanan kemasan dan biasanya terdapat dalam minuman bersoda. Penelitian bahan menemukan bahwa aspartam bisa memicu penyakit limfoma, leukimia, dan ginjal.

  1. Pewarna Makanan

Teknik pewarnaan dalam suatu makanan sungguh dapat menarik mata tanpa menyadari efek samping dari pewarnaan tersebut. Warna-warna pada makanan ini dapat menyebabkan penyakit kandung kemih, otak , ginjal, adrenal, dan kanker tiroid.

  1. Sirup Jagung

Dari penamaannya, terdengar tidak berbahaya, namun ternyata sirup jangung mengandung fruktosa yang tinggi. Sirup jagung biasanya digunakan untuk pemanis makanan kemasan. Penyakit diabetes dapat disebabkan apabila mengonsumsi bahan ini terlalu banyak.

  1. MSG

Monosodium glutamat adalah penambah rasa untuk makanan kemasan. Kandungan asam glutamat bebas dan natrium aditif ini dapat mempengaruhi kesehatan otak. Penelitian bahkan mengaitkan MSG sebagai penyebab penyakit Alzheimer dan Parkinson.

  1. Natrium Benzoat dan Kalium Benzoat

Dua bahan ini sering digunakan sebagai pengawet makanan. Bahan-bahan ini ini dapat menyebabkan kerusakan tiroid. Makanan kemasan ini akan sangat berbahaya apabila terkena panas atau cahaya matahari secara langsung.

  1. Natrium sulfit

Pengawet ini digunakan dalam pembuatan buah kering. Bagi orang yang sensitif terhadap senyawa ini bisa mengalami sakit kepala, masalah pernapasan, dan ruam. Pada kasus yang parah, natrium sulfit dapat menyebabkan kematian dan serangan jantung.

  1. BHA dan BHT

Hydroxyanisole butylated (BHA) dan butylated hydrozyttoluene (BHT) adalah pengawet yang ditemukan dalam sereal, permen karet, keripik kentang, dan minyak sayur. Efek samping dari senyawa ini menyebabkan kerusakan sistem saraf otak dan kanker.

  1. Sulfur Dioksida

Zat ini sering ditemukan pada buah dan sayuran mentah. Efek samping dari senyawa kimia ini, termasuk masalah bronkial, terutama pada mereka yang rentan terhadap asma, hipertensi (tekanan darah rendah), sensasi kesemutan atau syok anafilaksis.

  1. Kalium Bromat

Zat aditif ini digunakan untuk meningkatkan volume tepung atau roti. Ternyata, kandungan kalium bromat dalam jumlah kecil pada roti sangat berbahaya bagi kesehatan.

Makanan instan tentunya dikemas dalam berbagai bentuk untuk membuat konsumen tertarik dan ingin mencoba. Dari kemasan itu juga, terdapat bahan berbahaya yang dapat memperparah kondisi kesehatan apabila dikonsumsi berlebihan. Kemasan tersebut antara lain :

  1. Plastik atau styrofoam (pembungkus mie instant dan nugget) bersifat mutagenik (mengubah gen) dan karsinogenik
  2. PVC (polyvinyl clorida untuk pembungkus kembang gula) yang dapat menghambat produksi hormon testosterone
  3. Kaleng (makanan buah, susu, makanan lauk-pauk) disinyalir mengandung timbal (Pb) dan VCM (Vinyl Chlorid Monomer) yang bersifat karsinogenik yaitu memacu sel kanker

Nah, sekarang sudah tahu kan bahayanya makanan instan? Yap, ternyata, makanan-makanan itu bisa dibilang telah meracuni tubuh kita secara perlahan. Karena, sebanyak apapun jumlah makanan instan yang kita konsumsi, kebutuhan nutrisi tubuh tidak akan pernah dapat terpenuhi oleh makanan instan tersebut. Hal itu hanya akan menimbulkan resiko yang berbahaya yang dapat mengintai kesehatan kita setiap saat dan memberikan dampak negative yaitu :

  • Mengalami sakit kepala
  • Menurunkan daya ingat
  • Memicunya penyakit limfoma
  • Resiko besar untuk terkena leukimia
  • Dapat menyebabkan kanker
  • Mengganggu fungsi hati
  • Menimbulan iritasi pada kulit
  • Memicu terjadinya kanker

Dampak berikut merupakan dampak jangka panjang jika mengonsumsi makanan berikut secara kontinyu. Kesehatan merupakan anugrah yang diberikan Yang Maha Kuasa untuk kita. Maka mulai dari sekarang, yuk kita jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan sehat!

“Let thy food be thy medicine” -Hippocrates

Strakominfo’15

#AR

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *