The Institute of Food Technologist

Untuk mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian pasti pernah mendengar apa itu IFT.  IFT (The Institute of Food Technologist) adalah sebuah lembaga nirlaba yang bekerja dibidang ilmu dan teknologi pangan serta profesi terkait di industry pendidikan dan pemerintah. Program studi Ilmu dan Teknologi Pangan merupakan program studi S-1 pertama di Universitas Brawijaya yang mendapatkan akreditasi internasional. Di Indonesia sendiri, sertifikasi ini baru didapatkan Institut Peranian Bogor pada tahun 2010. Sehingga Universitas Brawijaya merupakan perguruan tinggi kedua yang mendapatkan akreditasi internasional dari institusi yang bermarkas di Chicago, USA yang memegang hak memberikan sertifikasi program ilmu dan teknologi pangan sejak 1966.

Menurut  Ibu Agustin Krisna Wardani, STP. MSi. PhD selaku ketua jurusan THP, untuk mencapai kondisi kurikulum sesuai standar internasional bukan hal yang mudah dan penuh perjuangan. Sejak tahun 2010 telah dilakukan persiapan dan upaya penyesuaian kurikulum yang ditetapkan oleh IFT. Kemudian baru pada tahun 2012, program studi ITP-UB resmi mendapat akreditasi internasional dari IFT. Akreditasi ini akan berlaku hingga 5 tahun ke depan dimana setiap tahunnya program studi ITP harus mengririmkan laporan perkembangan (annual progress report) perbulan Agustus. Dan setelah 5 tahun berjalan, harus dilakukan re-approval lagi.

“Sejak tahun 2010 telah dilakukan persiapan dan upaya penyesuaian kurikulum yang ditetapkan oleh IFT, antara lain mengundang pakar pangan dari University of Kentucky Prof. Clair Hicks,” kata Ibu Agustin Krisna Wardani, STP. MSi. PhD.

 Akreditasi Internasional IFT

Apa sih keuntungan yang akan kita dapatkan kalau jurusan kita memiliki approval dari IFT? Keuntungan signifikan yang diperoleh ketika sudah mendapat approval dari IFT antara lain terbuka lebar kerjasama dengan pihak universitas di luar negeri, student exchange dan mahasiswa punya akses untuk mendapatkan beasiswa dari IFT. Dan tentu saja kesempatan bagi UB menjadi pilihan mahasisiwa mancanegara untuk belajar Ilmu dan Teknologi Pangan.

Kegiatan yang diadakan IFT dalam waktu dekat adalah IFT 15 yang babak finalnya akan dilaksanakan 11-14 Juli 2015 di Chicago, USA. Dan  sekarang sudah terseleksi finalis yang akan maju ke babak final. IFT15 merupakan event kompetisi inovasi ilmu dan teknologi pangan tahunan yang diikutilebih dari 23.000 ahli teknologi pangan profesional lebih dari 90 negara. Event IFT 15 yang bernama “Developing Solution For Developing Countries”, tahun ini bertemakan “Penggunaan serangga sebagai pengembangan solusi untuk masalah-masalah pangan yang ada di Negara berkembang”.

Pada kompetisi pangan IFT tahun 2011 lalu yang diadakan di New Orleans, Lousiana, Amerika Serikat, 3 mahasiswa THP UB berhasil meraih juara dunia. Tema kompetisi pangan yang digelar IFT saat itu adalah “Pemanfaatan ilmu dan teknologi pangan untuk mengatasi masalah kekurangan zat besi di negara berkembang”. Mahasiswa THP UB mengambil tema “Melawan masalah kekurangan zat besi melalui produksi mi instan kaya zat besi dengan memanfaatkan bahan-bahan local”, dan keluar sebagai juara dunia mengalahkan 33 jenis proposal yang dilombakan.

ift_12_b_5440_20120714105121

Tiga Mahasiswa FTP UB berhasil meyakinkan juri lewat presentasi penelitiannya

kompetisiift2011

Peserta IFT dari FTP UB disertai pembimbing Agustin Krisna Wardhani, PhD (paling kanan)

author : YM & MWP (STRAKOMINFO’15)

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *