Take A Deep Breath: Emotional Management 101

                   Banyak permasalahan yang terjadi akibat ketidaksesuaian dengan apa yang diharapkan. Tentunya hal tersebut akan memacu emosional dalam diri kita dan menimbulkan amarah yang sangat besar. Amarah dapat terjadi juga disebabkan karena pikiran-pikiran yang negatif terhadap sesuatu hal. Adanya tingkat emosional yang terpacu, amarah dan rasa kesal kemudian membuat kita semakin tertantang bagaimana kita menghadapi, mengelola emosional tersebut, bagaimana menahan amarah, nafsu dan pikiran secara tepat supaya dapat diterima di lingkup sosial. Nah oleh karena itu kita perlu mampu mengontrol emosi kita. Kemampuan pengendalian emosi mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri ketika sedih, melepaskan kecemasan, kemurungan, atau ketersinggungan, serta kemampuan diri untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan. Kontrol emosi dimaksudkan untuk keseimbangan emosi, bukan untuk menekan emosi.

            Berikut adalah cara untuk mengontrol emosi kita :)

1. Yuk ubah mindset!

– Sesuatu yang dianggap bernilai negatif dapat berpengaruh positif apabila dikelola dengan baik. Kita harus bisa mentransformasi amarah menjadi sumber motivasi untuk bertindak dengan lebih baik lagi.

2. Express yourself! Cari cara yang paling cocok untuk mengungkapkan emosi

– Tiap orang tentu memiliki caranya masing masing untuk mengungkapkan emosi. Tentukan cara mengungkapkan emosi yang paling sesuai dengan diri kita, mampu membantu untuk mengontrol emosi.

Ada orang yang lebih memilih untuk menyendiri karena dengan menyendiri, seseorang tersebut merasa lebih tenang, akan lebih mudah menentukan pikiran-pikiran yang lebih rasional dan tindakan apa yang sesuai dilakukan agar tidak berpegaruh buruk terhadap lingnkungan sosial.

Ada pula yang lebih memilih untuk mengungkapkan amarahnya secara asertif. Dimana seseorang tersebut melakukan pengungkapan amarah, emosi dan kejujuran melalui penyampaian secara jujur tanpa melukai perasaan orang lain. Karena seseorang tersebut menganggap bahwa dengan mengeluarkan segala pikiran yang ada dalam dirinya, maka komposisi permasalaham yamg sedang dihadapi akan berkurang dan tingkat amarah akan mulai mereda.

Atau ada juga yang lebih memilih dengan melakukan kesibukan, karena menurutnya, dengan kesibukan yang dilakukan maka permasalahan yang menimbulkan amarah akan sedikit demi sedikit terlupakan dan pikiran akan lebih tenang setelah amarah hilang.

3. Look inside yourself once again, yuk introspeksi diri!

– Introspeksi diri merupakan langkah terpenting dalam memanajemen emosi. Dengan melakukan introspeksi diri terhadap permasalahan yang ada, kita dapat mengetahui di mana letak permasalahannya dan bagaimana upaya dalam penyelesaian masalah tersebut.

4. Motivate yourself!

– Semangati diri kita agar lebih bijak serta optimis dan membujuk emosi diri agar lebih positif serta konstruktif.

Emosi dapat diibaratkan seperti api, ketika kecil dan dapat dikendalikan ia sangat berguna. amun ketika api itu terlalu besar, ia akan memakan semuanya. Apabila kita tidak melakukan pengendalian dan pengelolaan diri terhadap keadaan emosional yang datang, maka emosional-lah yang nantinya akan mengontrol diri kita.

 

Dengan proses pengelolaan emosional dalam diri kita, maka akan membuat diri kita menjadi lebih tenang, mampu berfikir ke depan secara rasional dan positif yang tidak akan merugikan orang lain.

“Self-control is a key factor in achieving success. We can’t control everything in life, but we can definitely control ourself” – Jan Mckingley Hilado

Sumber : Simorangkir, Restiana. 2011. The Correlation of Emotional Intelligence with the Performance of Nurses Perceived by Patients in Rindu B2 RSUP Haji Adam Malik Medan. Medan: Bacelor of Nursing

Author: KO’15/16

#AR

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *