STULAKOM 2015 – TRASURE (part 2)

Hai teman-teman THP! masih berlanjut loh review tentang STULAKOM kemarin, yuk kita simak cerita perjalanan ke industri lainnya..

3. PT. Sinar Sosro

            Pada tanggal 25 Agustus 2015 pukul 09.00, kami tiba di PT. Sinar Sosro yang berlokasi di Ungaran, Kabupaten Semarang. Setibanya disana, kami melalukan sesi foto bersama terlebih dahulu. Kemudian kami masuk ke ruangan semacam museum teh yang berisi sejarah teh dan jenis-jenis teh. Kemudian kami memasuki auditorium, kami satu per satu diberi topi orange dari Sosro, yang berfungsi agar rambut dan kotoran lainnya tidak mengkontaminasi sekitar, dan untuk didalam pabriknya juga. Di auditorium tersebut kami dijelaskan tentang sejarah, distribusi, pabrik Sosro, proses pembuatan TehBotol Sosro, dan lain sebagainya.

12068662_10205259791559111_2648259391483607707_oGambar 10. di Ruang Auditorium PT. Sinar Sosro

Keluarga Sosrodjojo memulai bisnisnya pada tahun 1940 di kota Slawi, Jawa Tengah dengan memproduksi dan memasarkan teh seduh merek “Teh Cap Botol”.

Tahun 1965, Keluarga Sosrodjojo mulai memperluas bisnisnya dengan merambah ke Jakarta dengan melakukan strategi CICIP RASA (product sampling) ke beberapa pasar di Jakarta.

Awalnya, datang ke pasar-pasar dengan cara memasak dan menyeduh teh langsung di tempat. Setelah siap, seduhan teh tersebut langsung dibagikan kepada orang-orang yang ada di pasar. Namun cara ini kurang berhasil karena teh yang telah diseduh terlalu panas dan proses penyajiannya terlampau lama sehingga pengunjung di pasar yang ingin mencicipinya tidak sabar menunggu.

Cara kedua, teh tidak lagi diseduh langsung di pasar, tetapi dimasukkan kedalam panci-panci besar untuk selanjutnya dibawa kepasar dengan menggunakan mobil bak terbuka. Lagi-lagi cara ini kurang berhasil karena teh yang dibawa tumpah selama perjalanan dari kantor ke pasar karena pada saat tersebut jalanan di Jakarta masih berlubang dan belum sebagus sekarang.

Akhirnya muncul ide untuk membawa teh yang telah diseduh dan dikemas kedalam botol yang sudah dibersihkan. Ternyata cara ini cukup menarik minat pengunjung karena selain praktis juga bisa langsung dikonsumsi tanpa perlu menunggu tehnya dimasak seperti cara sebelumnya.

Tahun 1969, diputuskan untukmenjual minuman tehdalam kemasan botol secara massal dengan nama Tehbotol Sosro. Nama “Tehbotol” diambil dari tehseduh merek ”TehCap Botol”, yang saat itu sudah mulai terkenal di Jakarta dan ”Sosro” dari nama keluarga pendirinya yakni ”Sosrodjojo”. Agar bisa melayani pasar dengan lebih baik, Soegiharto Sosrodjojo dan saudara-saudaranya memutuskan untuk memisahkan usaha teh siap minum dalam kemasan dari usaha teh seduh keluarga Sosrodjojo yakni dengan mendirikan sebuah perusahaan baru. Perusahaan baru ini diharapkan akan bisa lebih focus dalam melayani dan mengembangkan pasar minuman teh siap minum dalam kemasan botol beling.

Pada tangal 17 Juli 1974, Soegiharto Sosrodjojo dan saudara-saudaranya resmi mendaftarkan perusahaan baru tersebut dengan nama PT. Sinar Sosro, yang berdomisili di Jalan Raya Sultan Agung Km. 28, Medan Satria, Bekasi – yang juga merupakan lokasi pabrik pertama Tehbotol Sosro sekaligus merupakan Pabrik teh siap minum dalam kemasan yang pertama di Indonesia dan di dunia.

Itulah sejarah TehBotol Sosrodan pabrik PT. Sinar Sosro. Setelah itu dibuka sesi pertanyaan dan dari peserta sendiri sangat antusias, dilihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan. Setelah selesai, kami diajak untuk memasuki area pabrik dimana pabrik tersebut merupakan lokasi pembuatan TehBotol Sosro, mulai dari pencucian botol kaca, sterilisasi, filling, sampai botol ditutup, dipilih yang memenuhi standard dan tidak, jika tidak maka botol akan langsung keluar dari jalur. Setelah itu juga ada pengemasan dan pengepakan. Setelah dari pabrik, kami mengembalikan topi dari Sosro tadi lalu kami dibagikan snack dari Sosro. Banyak ilmu yang kami dapatkan setelah melakukan kunjungan ke PT. Sinar Sosro.

12095330_10205259788879044_212384741643790604_oGambar 11. foto bersama peserta STULAKOM di pabrik PT. Sinar Sosro

4. PT. Sido Muncul Tbk

front-pabrikGambar 12. Pabrik Sido Muncul Tbk. Ungaran Jawa Tengah

            Pada tanggal 25 Agustus 2015 pukul 13.00, kami tiba di PT. Sido Muncul Tbk. Setibanya disana, kami dibawa ke tempat pengolahan limbah dari PT. Sido Muncul Tbk. yang diolah menjadi pupuk organic. Baru setelah itu, kami dibawa ke gudang bahan baku. Didalamnya berisi bahan-bahan baku yang diperoleh dari hasil petani disekitar dan di seluruh Indonesia. Bahan-bahan baku yang diperoleh dari alam yang berfungsi sebagai tanaman obat (simplisia nabati). Didalam gudang ini kurang lebih terdapat 160 jenis tanaman obat. Bahan baku yang ada gudang ini sudah distandarisasi yaitu melalui tahap sortasi. Pada bahan baku yang telah lolos namun masih dicurugai adanya karakteristik yang belum dipenuhi maka harus melewati proses karantina. Pada proses karantina ini bahan baku diberi tindakan seperti diamati mengenani karakteristik visual, fisik, dll. Tergantung spesifikasi masing-masing tanaman. Tanaman-tanaman obat tersebut harus dijaga temperaturnya dan kadar air minimal 10%. Apabila tanaman tersebut non simplisia yaitu bahan-bahan untuk minuman kotak maka tidak perlu full standardization, karena sudah ada standar patennya.

            Selanjutnya disamping pabrik gudang bahan baku kami melihat proses pengemasan dari produk-produk PT. Sido Muncul Tbk baik produk cair maupun serbuk. Kemudian kami juga melihat proses pengepakan (packaging) yang melalui proses primer dan sekunder. Proses primer dilakukan dengan mesin tanpa mengabaikan efisiensi dan kualitas. Sedangkan proses sekunder merupakan proses pengemasan produk dalam kardus dengan menggunakan tenaga manusia. Selain itu, tujuan dari proses sekunder yaitu menyerap sumber daya manusia yang ada disekitar lingkungan pabrik. Lalu menuju ke laboratorium, terdapat kegiatan formulasi dan produksi. Dibagian formulasi menciptakan inovasi-inovasi terhadap sediaan produk seperti cair, instan atau tablet. Sedangkan dibagian produksi terdapat proses peninjauan terhadap hal yang dilakukan di lapangan.

            Perjalanan dilanjutkan ke lantai dua, yang terdapat laboratorium mikrobiologi, laboratorium farmakologi, ruang instrumentasi, laboratorium stabilitas dan perpustakaan. Dilaboratorium mikrobiologi dilakukan uji terhadap kondisi mikrobiokimia dari awal penerimaan bahan, proses produksi hingga produk jadi. Selain itu juga harus dipastikan bahwa angka kuman dan pathogen harus negative.

            Setelah ke lantai dua, kami juga diajak mengunjungi pabrik tolak angin. Namun kami hanya melihat proses pengemasannya saja. Tolak angin cair yang siap dikemas, disalurkan dengan selang pendingim dimana suhu kelembabannya diatur, dan dilakukan jugapacking primer dirung antara pengecekan barang dan packig sekunder. Proses produksi pada tolak angin ini dilakukan selam 24 jam selama 5 hari dalam seminggu. Mesin-mesin hanya beristirahat saat terjadi pergantian shift karyawan yang bertugas. Dan kemudian kami diajak mengunjung tempat produksi kuku bima energy. Disini kami juga hanya bisa melihat proses pengemasan primer dan sekunder. Produk kuku bima sendiri memiliki beberapa varian seperti anggur, jeruk, mangga, kopi, dll.

Obat-Herbal-Sido-Muncul-020514-tom-3Gambar 13. proses Packaging produk Tolak Angin

            Setelah mengunjungi beberapa tempat produksi di PT. Sido Muncul Tbk, kami juga diajak ke agrowisata. Disini kami dapat melihat beberapa tanaman obat koleksi PT. Sido Muncul Tbk dan juga beberapa binatang seperti harimau, singa, burung, buaya, monyet, bekantan, kuda, dsb. Setelah berjalan-jalan disekitar agrowisata, kami diajak ke rumah Joglo.di rumah joglo ini lah biasanya diadakan sharing setelah melakukan kunjungan dan diadakan sesi Tanya jawab. Tepat didepan rumah joglo ini terapat pemandangan buatan yang indah yaitu air tejun buatan yang indah dan terdapat danau yang cukup luas.

12120175_10205259798639288_9120152923979743212_oGambar 14. Pemberian Kenang-kenangan dari ibu Vivien (THP UB) kepada PT. Sido Muncul 

12087955_10205259795479209_2614879053535449975_oGambar 15. Agrowisata di Pabrik PT. Sido Muncul Tbk

5. Cokelat Monggo

Liburan ke kota wisata Yogyakarta sepertinya kurang lengkap jika belum membeli oleh – oleh khas Jogja seperti bakpia pathok, wingko, hingga kaos bertuliskan ‘Yogya’. Namun kali ini, ada salah satu spot oleh – oleh yang unik dan tidak asing lagi di telinga kita yakni Coklat Monggo.

9022755ad5dcf062e4162122_originalGambar 16. Coklat Monggo

Apa itu coklat monggo? Bukan coklat rasa mangga, namun coklat monggo ini merupakan pabrik cokelat rasa Eropa yang berada di wilayah kota Yogyakarta, tepatnya di Kota Gede.

Coklat yang bergaya Swiss ini diproduksi di Indonesia oleh ahli cokelat dimana cokelat ini dibuat dari premium dark cokelat dengan 100% kakao. Coklat ini diolah dari biji kakao yang berasal dari perkebunan di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Saat ini coklat monggo mempunyai 2 showroom yaitu di Kota Gede dan yang terbaru di Tirtodipuran.

Ketika sampai di showroom, kita dapat meilhat secara langsung proses pembuatan coklat di balik kaca display. Juga sebelum membeli, kita dapat mencicipi rasa coklat monggo tersebut dari tester yang diberikan disana.

12080377_10205259813839668_5992996274614447712_oGambar 17. Tiba di Showroom Coklat Monggo 

Untuk melihat proses produksi coklat ini, ada baiknya datang pada pagi hari. Pabrik Coklat Monggo ini buka setiap hari dari jam 9:00 sampai jam 17:00 WIB.

cokelat-monggo-dapurGambar 17. Proses Pembuatan Coklat Monggo

Ada beberapa varian rasa coklat yang diproduksi oleh pabrik itu, seperti  Praliné – Krim Kacang Mete, Caramello – Krim Karamel, Dark – 58% kakao, Stroberi, Durian, White Chocolate, Mangga, Marzipan, Jahe, Red Chili dan lain lain. Tersedia dalam berbagai bentuk , ukuran dan kemasan seperti bars, tablet dan kemasan khusus. Kemasan yang digunakan merupakan kertas daur ulang yang bersertifikat SF yang ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik dalam proses produksinya.

Nah, Teman-teman THP, tadi merupakan review kunjungan industri STULAKOM 2015 ini. Banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang didapat dari perjalanan ini.  Selain itu teman-teman, STULAKOM kali ini tidak hanya kunjungan ke industri saja! tapi, para peserta juga diajak  study banding ke teman-teman TPHP di UGM loh, serta have fun di pantai Indrayati Jogjakarta! Seru kan? Masih ada kelanjutan cerita berikutnya, jadi tetap pantau yaa :)

#AR

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *