SHOUT! Share your Thought 2015


IMG_8549IMG_8542Sarasehan merupakan sebuah acara yang menurut KBBI diselenggarakan untuk mendengarkan pendapat. Pada sabtu 25 April 2015, Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya telah menyelenggarakan sarasehan yang dihadiri oleh mahasiswa dan pihak jurusan (Dosen dan Karyawan) untuk menyampaikan pendapat atau usulan serta pertanyaan dari masing-masing pihak.

Berikut adalah rekapan hasil Sarasehan Jurusan THP 2015:

  1. Ruang kesehatan tahun 2015 akan didirikan bersamaan dengan ruangan untuk BKPA (Badan Konseling dan Pembimbingan Akademik) sedangkan ruangan seminar akan dibangun di Gedung F lantai 7 (untuk 3 Jurusan) sehingga ketika ada seminar tidak perlu meminjam ruang kelas.
  2. Kebersihan kurang karena akar masalahnya adalah budaya mahasiswa,. Solusi yang bisa ditawarkan yaitu kebersihan dimulai dari diri sendiri. Pada saat OSPEK dapat disampaikan materi tentang kebersihan.
  3. Sosialisasi peminatan diadakan sebelum KPRS ditutup agar mahasiswa yang ingin merubah minatnya bisa mengganti pada saat KPRS. Terdapat usulan dari mahasiswa bahwa sosialisasi dapat dilakukan diakhir semester sebelum peminatan asalkan jadwal sosialisasi tidak terlalu jauh dengan hari terakhir UAS.
  4. Sistem 3 SKS dilakukan 2x seminggu dengan pertemuan 21 kali dimana waktu per pertemuan 100 menit, sehingga terdapat beberapa hari libur.
  5. Mengenai mata kuliah KWN (Kewarganegaraan), Agama dan Bahasa Indonesia pada angkatan 2014 yang hanya 2 sks padahal dalam buku panduan seharusnya 3 SKS sehingga mempengaruhi jumlah total SKS. Hal ini terjadi karena terdapat perubahan ketetapan dari DIKTI yang awalnya 3 SKS menjadi 2 SKS, tetapi seharusnya tidak terjadi pengurangan total SKS. Jika kekurangan jumlah SKS, maka dapat mengambil mata kuliah lain asalkan semua mata kuliah wajib telah diambil.
  6. Perubahan kewajiban mata kuliah pada prodi Bioteknologi, dimana mata kuliah Nutrigenomik menjadi mata kuliah wajib bagi minat biotek. Oleh karena itu, Nutrigenomik wajib sehingga harus diambil di semester 7 meskipun SKS yang telah diambil sudah mencapai SKS untuk lulus.
  7. Mahasiswa Bioteknologi semester 6 kesulitan mengikuti mata kuliah Metodologi Ilmiah karena belum mengambil matakuliah Statistika dan Komputasi. Dosen juga merasa kesusahan mengajar mahasiswa yang belum mengambil matakuliah Statistika dan Komputasi sebagai dasar. Sehingga sebagai solusi dapat diberi responsi agar kompetensinya sama dengan mahasiswa yang sudah mengambil. Peralihan program studi Biotek ke ITP memang mewajibkan mahasiswa biotek memiliki kompetensi ITP yang tertuang dalam kurikulum, sehingga terdapat matakuliah tambahan yang sudah diambil namun SKSnya berbeda .
  8. Menurut beberapa mahasiswa 2014, Praktikum Mikrobiologi Umum terlalu tegang. Hal tersebut terjadi dikarenakan praktikum ini berhubungan dengan mikroba sehingga berbahaya. Apabila praktikan kurang fokus (bercanda dan berbicara) maka akan membahayakan praktikan sendiri sehingga kedisiplinan dari asisten diberlakukan agar praktikan lebih fokus dan terbiasa pada saat penelitian.
  9. Sebaiknya apabila ada kendala dilaboratorium langsung di sampaikan ke koordinator praktikum atau dosen agar dapat segera ditangani. Dan dilakukan koordinasi antar penanggung jawab praktikum, asisten, laboran dan peneliti agar tidak terjadi miskomunikasi.
  10. Jadwal praktikum diprediksikan lebih detail timelinenya termasuk mengenai preparasi,praktikum, pengamatan dan dekstruksi agar tidak mengganggu penelitian dan agar tidak terjadi miskomunikasi akibat kendala mengenai jadwal praktikan yang susah ditangani.
  11. Untuk penjadwalan praktikum memang sebaiknya dijadwalkan di SIAM dengan menyesuaikan jumlah kelas dan praktikan. Namun, karena jadwal di SIAM tidak sesuai (kapasitas mahasiswa terlalu banyak dalam hari tertentu), maka harus menjadwalkan hari baru untuk praktikum. Itulah sebabnya mengapa saat perkuliahan, praktikan harus mengisi jadwal praktikum lagi dan berebutan.
  12. Untuk praktikum Biologi dan Analisa Pangan, pada briefing awal harus melibatkan dosen, asisten, laboran, dan praktikan agar revisi, kritik, dan saran terkait perubahan teknis analisa yang ada di modul dapat segera ditanggapi karena asisten bertugas untuk merevisi modul. Sebelum simulasi sebaiknya ada koordinasi antara laboran, dosen, dan asisten agar teknis analisa yang dilakukan jelas.
  13. Untuk tanggapan bahwa pengajar praktikum kurang berkompeten, sebenarnya seleksi asisten telah diperketat, kompeten tidaknya tergantung diri sendiri karena pada tahun ajaran berikutnya, praktikanlah yang akan menjadi asisten .
  14. Penanganan bahan-bahan berbahaya (mikroba patogen, karsinogenik, mutagenik) harus teliti. Tidak boleh membuang bahan-bahan berbahaya sembarangan, sebaiknya hanya dikelompokkan/ditumpuk lalu ditangani secara khusus. Hal ini menjadi tugas untuk pihak Universitas dalam masalah pembuangan bahan-bahan berbahaya. Ada wacana dari pihak Universitas yaitu untuk penanganan limbah laboratorium akan ditangani oleh pihak Universitas Brawijaya. Sebaiknya juga terdapat materi terkait keamanan di laboratorium (bahan berbahaya). Sebagai solusi dapat pula dibuat SOP tentang penanganan bahan berbahaya. Tim Penanganan limbah UB sudah dibentuk tetapi belum ditindak lanjuti oleh pihak universitas.
  15. Pemberitahuan ketidakhadiran dosen yang terlambat dan kelas tambahan yang menumpuk. Keterlambatan oleh dosen maksimal 30 menit, apabila melebihi 30 menit atau tanpa konfirmasi maka mahasiswa diperbolehkan meninggalkan kelas. Untuk mata kuliah 3 SKS, diberitahukan ke dosen agar tidak ada kelas yang melebihi 21 kali pertemuan .
  16. Ketidakhadiran dosen yang kurang wajar misalnya mata kuliah Alat dan Mesin karena surat mengajar terlambat dan jadwal ternyata bentrok sehingga tidak diadakan kelas selama 2 minggu. Matakuliah  Fisiologi Manusia dosen tidak masuk 6 kali dan sebagai penggantinya langsung 4x kuliah di hari yang sama. Didatangkannya dosen dari jurusan atau fakultas lain dengan harapan lebih kompeten dalam materi yang disampaikan. Keterlambatan dan ketidakhadiran ini dikarenakan administrasi kurang komunikasi (miskomunikasi) sehingga perlu diperbaiki. Selain itu, jurusan memiliki kewenangan untuk mengganti dosen dari fakultas lain yang kinerjanya kurang baik. Keterlambatan kehadiran dosen juga disebabkan konfirmasi surat dari yang bersangkutan terlambat. Sebagai bahan evaluasi, kuisioner di akhir kuliah diisi seobjektif mungkin agar ada dasar saat plotting dosen. Atau dapat juga menghubungi dosen koordinator terlebih dahulu jika ada masalah dengan dosen anggota.
  17. Kesulitan mencari tempat PKL karena dosen pembimbing PKL tidak setuju dengan tempat PKL. Menurut beberapa dosen, sebaiknya PKL sesuai dengan minat dan dilakukan di industri besar karena dapat memperoleh pengalaman karena PKL sebaiknya dilakukan di industri besar, sedangkan KKN dilakukan di industri kecil. Sedangkan menurut sebagian dosen lainnya sebaiknya PKL dilakukan di industri kecil karena lebih komprehensif dan lebih banyak yang dapat diamati. Apabila PKL di industri besar tidak terlalu banyak yang dapat diamati dan hanya diajak keliling pabrik.
  18. Mengenai pembagian dosen pembimbing skripsi untuk angkatan 2012 akan segera dilakukan, dan sudah dibagi dosen pembimbingnya. Paling lambat akan diumumkan pada awal Mei.
  19. Dosen pembimbing yang sulit ditemui dan dihubungi sebaiknya diberi pemberitahuan secara tertulis untuk penjadwalan pembimbingan agar tidak sulit ditemui.
  20. Untuk tahun 2015 akan diberlakukan penelitian dalam bentuk magang, jadi dapat dipersiapkan bagi mahasiswa untuk magang (dapat sekaligus mengambil data). Magang dapat juga dilakukan di luar negeri. Magang sebagai pilihan tugas akhir merupakan pilihan yang tepat untuk menyesuaikan lulus tepat waktu.
  21. Adanya kegiatan badminton saat kuliah aktif mengganggu proses perkuliahan. Untuk kegiatan badminton dapat diberitahukan kepada yang bersangkutan agar tidak mengganggu proses perkuliahan.
  22. Kelanjutan kelas bahasa inggris dan sistem pembayaran UKTnya adalah jumlah mahasiswa kelas Bahasa Inggris tidak layak sehingga dikembalikan ke kelas Bahasa Indonesia. SPP disamakan dengan kelas bahasa indonesia. Sebenarnya harus ada kelas Bahasa Inggris sebagai langkah Go International agar saat ada program student exchange dapat mengikuti di kelas bahasa inggris. Untuk tahun berikutnya, kelas bahasa inggris mungkin diadakan lagi namun lewat SNMPTN dan SBMPTN bukan lewat jalur Mandiri SPMK dengan harapan lebih banyak calon mahasiswa yang berminat.

IMG_8552

Pesan dari Laboran

  1. Untuk pembuangan sampel padat harus dibuang di tempat sampah, bukan di wastafel karena nantinya dapat menyumbat wastafel
  2. Penelitian di laboratorium Mikrobiologi Pangan, gel agar yang padat setelah dicuci bisa dikumpulkan, dimasukkan plastik dan dibuang di tempat sampah (TPA) di depan Pasca Sarjana FTP UB. Karena sampel yang telah didestruksi akan menimbulkan bau.
  3. Terkait izin lembur harus melapor masing-masing mahasiswa ke laboran, karena izin lembur terkait dengan kunci laboratorium. Seringkali yang mengajukan izin lembur 1 orang, namun yang lembur banyak sehingga kunci laboratorium dioper-oper (pernah terjadi di laboratorium TPP). Peminjaman alat untuk lembur sebaiknya tidak mendadak agar dapat dipersiapkan.

Pesan dari Dosen

  1. Bu Ida

Attitude atau sikap sebagian mahasiswa perlu diperbaiki karena berhubungan dengan softskill saat terjun ke dunia nyata. Selain itu, jika ada suatu hal yg mengganjal terkait dengan akademik sebaiknya tidak difloorkan ke social media namun dibicarakan langsung kepihak akademik.

  1. Pak Kiki

Perlu ditingkatkan lagi kesadaran bagi mahasiswa bila ada kuliah di lantai 2,3 atau 4 agar menggunakan tangga saja agar load lift tidak berlebihan dengan cara diberi pengumuman di dekat lift. Selain itu dengan naik tangga fikiran dan tubuh akan menjadi segar saat mengikuti perkuliahan.

  1. Bu Endrika

Visi misi jurusan dapat diaplikasikan dengan pembuatan media agar lebih dapat dipahami oleh mahasiswa. Selain itu, hari Senin 27 Januari 2015 telah dikirim berkas-berkas Biotek untuk akreditasi Program Studi Bioteknologi Industri.

 (KK)

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *