PRESS RELEASE : KAJIAN INTERNAL PEDULI PANGAN

FOOD WASTE

Dalam rangka kegiatan rutin kajian yang diadakan divisi peduli pangan, pada hari Minggu, 7 April 2019, Peduli Pangan Himalogista mengadakan kajian yang bertemakan Food Waste. Kajian ini diadakan di My Kitchen pada pukul 15.20. Kajian internal ini dihadiri oleh anggota divisi peduli pangan periode 2019 dari angkatan 2016-2018. Kajian ini dipandu oleh moderator yaitu saudari Ayu Wulan Windie, dan pemateri dari saudari Dewi Kartika.

Pada kajian internal ini terdapat beberapa poin yang dibahas, yaitu apa itu food waste, faktor-faktor penyebab food waste, dampak food waste dan upaya untuk menanggulangi food waste. Food waste merupakan setiap makanan yang seharusnya dikonsumsi akan tetapi tidak dikonsumsi dan dibuang karena beberapa alasan. Indonesia merupakan negara kedua yang menyumbang food waste terbanyak, yaitu sebesar 13 juta ton dari total produksi 190 ton. Indonesia dibawah negara Arab Saudi yang hakikatnya jumlah masyarakat Arab Saudi lebih sedikit dibandingkan dengan negara Indonesia. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya kesadaran akan menghargai makanan. Food waste tidak hanya membuang makanan yang sudah siap untuk dikonsumsi, akan tetapi membuang makanan saat proses produksi, distribusi, hingga konsumsi. Salah satu contohnya adalah terjadi kerusakan pada komoditas sayuran saat proses pemanenan sehingga komoditas tersebut tidak terpilih  untuk dijual dan pada akhirnya dibuang.

Faktor-faktor yang menyebabkan food waste antara lain adalah kurangnya kesadaran untuk menghargai makanan, pembelian makanan yang terlalu banyak, penyiapan porsi makanan yang terlalu banyak pada suatu acara, serta gaya hidup dari masing-masing orang yang berbeda. Selain itu yang merupakan faktor dari food waste adalah salahnya penanganan saat proses pemanenan sehingga menghasilkan hasil yang rusak sehingga saat tahapan sortasi tidak terpilih untuk dijual dan pada akhirnya terbuang.

Banyak dampak yang dihasilkan oleh food waste antara lain adalah produksi gas metana yang dapat menyebabkan menipisnya lapisan ozon sehingga akan menyebabkan global warming. Dengan kita membuang makanan tidak hanya makanan saja yang terbuang, melainkan kita juga turut membuang energi-energi yang dikeluarkan untuk memproduksi makanan tersebut. Makanan yang kita buang dapat lebih bermanfaat untuk orang-orang yang dilanda kelaparan.

Upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah food waste adalah menghargai makanan, mengambil makanan secukupnya dan menghabiskan merupakan salah satu upaya yang mudah untuk dilakukan. Selain itu dapat juga dengan mengajak orang lain untuk selalu menghabiskan makanannya seperti berkampanye atau membuat campaign. Selain dari masing-masing individu  upaya pencegahan food waste juga dilakukan oleh industri, yaitu benar-benar memanfaatkan seluruh bahan yang digunakan, sehingga semua dapat termanfaatkan dan tidak menghasilkan food waste. Pemanfaatan komoditas yang tidak terpilih dengan mengolah menjadi suatu produk juga merupakan upaya untuk mencegah food waste, seperti dimanfaatkan menjadi kompos dan makanan ternak. Perlakuan rekayasa genetika untuk mempertahankan kualitas suatu komoditas agar tetap memiliki mutu yang baik juga merupakan suatu upaya dalam mencegah food waste.

Dengan mengetahui dampak yang dihasilkan dari food waste serta mengetahui cara penanggulanganya diharapkan setiap masing-masing individu memiliki kesadaran akan pentingnya menghargai makanan dan dapat mencegah terjadinya food waste.

 

 

Written by admin

Leave a Reply