PENTINGNYA PENGETAHUAN KEAMANAN PANGAN

Makanan merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang menjadi hak asasi setiap rakyat Indonesia. Bahkan masalah terkait pangan sudah diatur dalam Undang-undang no 7 tahun 1996 yang banyak menyinggung permasalahan mengenai mutu, gizi dan kemanan pangan. Pertambahan penduduk Indonesia yang semakin lama semakin meningkat menyebabkan meningkatnya juga kebutuhan pangan di Indonesia. Tingginya kebutuhan pangan di Indonesia tidak diimbangi dengan adanya keamanan pangan. Belakangan ini, banyak sekali kasus-kasus yang bermunculan terkait dengan masalah keracunan makanan (foodborne diseases). Hal tersebut menunjukan rendahnya tingkat keamanan pangan yang ada di Indonesia.

Permasalahan keamanan pangan yang terjadi di Indonesia yaitu apakah kita harus mencermati kelayakan dan keamanan pangan kita? Anak-anak yang masih bersekolah bisa mendapatkan jajanan dengan mudahnya atau kita yang suka membeli makanan di pinggir jalan tanpa tahu keamanan makanan tersebut bagi tubuh. Keracunan makanan merupakan kasus yang sering terjadi. Kondisi keamanan pangan yang baik akan menghasilkan manusia yang lebih sehat, lebih produktif, dan menciptakan generasi yang cerdas. Sedangkan pada keamanan pangan yang buruk akan menyebabkan terjadinya penyakit pada manusia yang terkait dengan makanan (foodborne diseases) yang disebabkan oleh kontaminasi mikroorganisme seperti bakteri, parasit, virus, ganggang air tawar maupun air laut, racun mikrobial, dan toksin fauna, terutama marine fauna.WHO mendefinisikanfoodborne diseasesyaitu sebagai penyakit yang umumnya bersifat infeksi atau racun, yang disebabkan oleh agent yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dicerna

Adapun isu tentang kemanan pangan di Indonesia disebabakan oleh beberapa faktor faktor seperti:

  1. Pada industri bidang pengolahan pangan kurang memerhatikan sanitasi dan higenitas, kebersihan pada siap tahapan proses pengolahan, yang dimulai dari persiapan dan penyediaan bahan baku, pemakaian air bersih, tahapan pengolahan dan pasca pengolahan.
  2. Tidak sesuainya kombinasi antara bahan penyusun makanan yang sesuai dengan bahan samping kimia yang ditambahkan, tidak sesuai dengan batas maksimum yang telah ditentukan. Hal ini seperti Akrilamida pada produk goreng, Benzena padaproduk minuman kaleng, dan lain sebagainya sehingga dapat merugikan manusia.

Terkait dengan masalah keamanan pangan tersebut, maka harus adanya Top of FormBottom of Formupaya preventif terhadap masalah kemanan pangan ini yakni :

  1. Memerhatikan sanitasi dan higenitas pada industry pengolahan pangan
  2. Memanfaatkan secara maksimal sifat sinergisme antara bahan-bahan penyusun makanan yang dikombinasikan dengan penambahan bahan kimia samping yang sesuai aturan
  3. Pelayanan purna jual yang diberikan kepada konsumen dengan cara penulisan label dan nilai gizi pada kemasan makanan.
  4. Peran aktif industri pangan dalam membentuk atau membina pola dan kebiasaan konsumsi yang baik bagi masyarakat. Peran strategis industri pangan ini dimulai dari penggunaan jenis dan kualitas produk yang digunakan untuk produk olahannya. Industri pangan mempunyai kekuatan yang besar pula untuk mempengaruhi status gizi dan kesehatan masyarakat umum.
  5. Peran serta pemerintah dalam memberikan regulasi dan pengawasan terhadap masalah-masalah keamanan pangan.

Dengan adanya kerjasama antara pemerintah, industri, dan masyarakat terkait akan pentingnya keamanan pangan akan menurunkan tingkat keracunan makanan yang terjadi di Indonesia. Selain itu, perlunya penyuluhan tentang keamanan pangan bagi masyarakat Indonesia agar kita dapat memilah pangan mana yang baik dan aman bagi tubuh dan yang tidak.

Author: ES & AR (SRAKOMINFO’15)

Written by admin

Leave a Reply