Pentingnya Pendidikan Keluarga dan Lingkungan pada Pengembangan Kepribadian

Hari-Pendidikan-Nasional

Pendidikan, pada hakekatnya, adalah usaha yang dilakukan manusia untuk membentuk kepribadian manusia tersebut yang dimulai dari lahir dan berlangsung seumur hidup. Menurut Ki Hajar Dewantara sebagai Bapak Pendidikan Indonesia, pendidikan adalah upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Pendidikan tidak hanya bisa didapatkan dari pendidikan formal, seperti sekolah, atau pendidikan non formal seperti bimbingan belajar. Pendidikan pertama dan paling utama yang didapatkan seorang manusia adalah pendidikan informal yang berasal dari keluarga dan lingkungan sekitar.

Pendidikan informal pada tahap prasekolah berfungsi penting untuk membentuk watak dan karakter anak. Keluarga bertanggung jawab terhadap perkembangan dan kemajuan pola berpikir anak yang akan tertanam di dalam diri anak tersebut selama hidupnya. Tak hanya berhenti disitu, pendidikan informal terus berlangsung hingga anak memasuki tahap remaja hingga dewasa. Ada istilah yang menyatakan “tidak ada kata terlambat untuk belajar”. Lingkungan dimana manusia tersebut tumbuh, adalah tempat belajar yang tidak terbatas ruang dan waktu. Manusia dalam menjalani hidupnya, akan memperoleh manfaat dari pengalaman hidupnya untuk meningkatkan kemampuan dirinya, baik dengan bekerja, maupun berorganisasi.

Apa saja peranan pendidikan keluarga bagi perkembangan kepribadian manusia? Pertama, pendidikan keluarga mengajarkan anak bagaimana untuk mengurus dirinya sendiri, dimulai dari cara makan yang baik, berbicara dengan sopan, dan bergaul dengan masyarakat. Kedua, sikap yang diajarkan keluarga juga mempengaruhi sikap anak yang akan diambil pada masa depannya. Sikap menerima atau menolak, sikap kasih sayang atau sikap acuh tak acuh, sikap sabar atau tergesa-gesa, sikap peduli dan melindungi akan secara langsung mempengaruhi reaksi emosional anak.

Selain itu, lingkup apa saja yang dimaksud dengan lingkungan? Lingkungan yang dimaksud seperti teman di sekolah, teman di tempat bimbingan belajar, guru, dosen, teman sepergaulan, ataupun teman satu organisasi. Lingkungan juga sangat menentukan proses pembentukan karakter diri seseorang. Lingkungan yang positif dapat membentuk diri menjadi pribadi berkarakter positif, dan sebaliknya lingkungan negatif dan tidak sehat dapat membentuk pribadi yang negatif pula. Maka lingkungan tersebut memiliki peran besar dalam membangun karakter-karakter individu yang ada di dalamnya.

Seperti pepatah kuno mengatakan “Apabila kita berteman dengan penjual minyak wangi, maka kita akan ikut wangi. Sedangkan berteman dengan penjual ikan, maka kita akan ikut amis”. Maka dari pepatah tersebut dapat diambil pesan bahwa pintar-pintarlah anda memilih lingkungan yang baik, karena dari lingkungan tersebutlah anda akan semakin terbentuk.

Written by admin

Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *