Mengenal Jenis Pigmen Alami Dan Manfaatnya

Apa sih pigmen alami itu?

Pigmen alami merupakan zat warna yang terdapat secara alami dan diproduksi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh tumbuhan, hewan, dan beberapa organisme seperti bakteri, alga, dan khamir. Sejak dahulu, pigmen alami telah dimanfaatkan, baik secara tradisional maupun komersial, sebagai pewarna makanan untuk meningkatkan organoleptik suatu produk pangan. Tentu saja pigmen alami ini lebih aman digunakan daripada pigmen sintetik. Penggunaan pigmen alami dalam makanan tergolong aman karena rendahnya efek samping yang diakibatkan oleh konsumsi makanan yang mengandung pigmen.

Di alam, pigmen alami tersedia dalam berbagai jenis warna, mulai dari hijau, coklat, orange kemerahan, kuning, sampai merah. Zat warna alami hijau disebut klorofil. Klorofil bersumber dari daun hijau seperti daun katuk, pandan, daun suji, daun muda jati; buah-buahan seperti alpukat; rumput laut; dan bakteri fotosintetik (bakterioklorofilik). Zat warna alami yang berwarna coklat adalah tanin dan kurkumin.tanin dan kurkumin bersumber dari daun, biji, buah dan rimpang seperti temu giring, temulawak, kayu manis, dan teh. Zat warna alami orange-kemerahan disebut karotenoid. Karotenoid merupakan pigmen pelengkap yang distribusinya terdapat paling melimpah di alam dan berfungsi melindungi klorofil dari efek cahaya yang berlebihan (fotoproteksi). Karotenoid bersumber dari buah seperti kesumba dan mangga, tumbuhan tingkat rendah seperti jamur oncom;sayuran seperti wortel dan tomat; dan hewan seperti pada daging ikan, cangkang udang dan kepiting.

Zat warna alami kuning disebut kurkumin. Kurkumin merupakan pigmen nonfotosintetik berwarna kuning yang bersifat lebih stabil terhadap suhu dan cahaya, juga dalam tubuh manusia. Kurkumin berasal dari jenis rempah keluarga Zingibercaceae seperti kunyit dan temu lawak. Sedangkan zat warna alami merah disebut antosianin. Golongan antosianin merupakan pigmen alami dengan kisaran warna merah yang luas. Antosianin berasal dari bunga bewarna seperti bunga rosella dan sumber lainnya seperti buah duwet dan ubi ungu. Kandungan antosianin yang besar dalam bunga menjadi penentu kenampakan warna bunga yang dihasilkan terutama pada bunga berwana merah.

 

Tahukah anda bahwa pigmen alami memiliki banyak fungsi?

Berbeda dengan pewarna sintetik yang hanya memiliki fungsi tunggal sebagai pewarna, pigmen alami memiliki banyak fungsi. Selain sebagai pewarna, golongan pigmen klorofil, karotenoid, kurkuminoid, dan antisioanin secara umum telah banyak diteliti dan berhasil diketahui khasiatnya dalam mengatasi berbagai penyakit.

Klorofil dan turunanya telah diketahui memiliki efek antikanker sejak 70 tahun yang lalu. Dengan mengonsumsi banyak sayuran hijau akan membantu proses detoksifikasi dalam tubuh kita, meningkatkan daya tahan tubuh dan meregenerasi sel. Turunan klorofil dalam berbagai penelitian in vitro dan in vivo telah terbukti memiliki berbagai aktivitas biologis pencegahan dan penyembuhan kanker seperti aktivitas antioksidan, antipoliperatif, dan antimutagen, detoksifikasi xenobotik dan penginduksian apoptosis (kematian sel) pada sel kanker. Klorofil dan turunannya merupakan fotosensitizer potensial yang telah dikembangkan untuk pencegahan maupun pengobatan penyakit kanker. Sebagai antikanker, klorofil juga bertindak sebagai molekul interseptor dalam mencegah dan menghalangi aktivitas aflatoksin dan bahan karsinogen makanan yang ditemukan pada daging urat (amin heterosiklik), daging panggang/asap (hidrokarbon polisiklik) dan jamur kacang (aflatoksin).

Di dunia kesehatan, karotenoid telah diakui memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi yang berdampak pada meningkatnya sistem imun, mencegah kanker, antiobesitas, dan berbagai manfaat lainnya termasuk sebagai provitamin A. Sedangkan kurkumin memiliki potensi sebagai antitumor dan antikanker dengan menghambat karsinogen DNA. Kurkumin juga berfungsi sebagai senyawa antioksidan dalam mencegah kanker dan sebagai zat antiflamasi.

Golongan antosianin meiliki khasiat untuk kesehatan diantaranya adalah melawan proses oksidasi dalam tubuh dengan mekasnisme antioksidan yang dimiliki. Antosianin mampu melindungi kerusakan DNAserta meningkatkan sistem imun dengan meningkatkan produksi sitokinin. Antosianin dari bunga Hibiscus sp mampu mengobati hipertensi dan disfungsi hati, sedangkan antosianin yang bersumber dari buah berry mampu meningkatkan fungsi saraf kognitif pada otak yang sangat berhubungan dengan tingkat kecerdasan.

-IW-

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *