Lebaran = Harga Bahan Baku Pangan Naik? Cermati Akar Masalahnya!

Lebaran sebentar lagi ya!

Nggak kerasa, sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Idul Fitri lho! Para Ibu rumah tangga mulai sibuk menyiapkan santapan yang akan disajikan untuk berkumpul bersama keluarga pada Hari Raya. Tapi kalian pernah kepikiran nggak, ternyata mereka nggak hanya mengatur apa aja makanan yang bakal disajikan lho, mereka juga dihadapkan dengan masalah klasik tentang kondisi harga bahan baku pangan yang melonjak tinggi serta harga kebutuhan pangan lainnya yang juga mengalami kenaikan sebelum Hari Raya.

Kenaikan harga bahan baku pangan ini disebabkan oleh banyak faktor. Selain karena fluktuatifnya harga BBM, hal yang mempengaruhi lainnya adalah waktu panen yang tidak merata sepanjang waktu dan harga pangan dunia yang tidak menentu. Harga bahan baku pangan melonjak pada saat sebelum masa panen dan rendah pada waktu musim panen. Selain itu, kelonjakan harga juga dipengaruhi harga pasar dunia karena memang Indonesia rentan terhadap pengaruh perubahan pasar dunia. Namun, faktor yang paling mempengaruhi dari faktor-faktor diatas adalah pasokan bahan baku pangan yang belum mencukupi. Kebutuhan pangan menjelang Lebaran semakin meningkat namun pasokan bahan baku pangan yang ada tak mampu seimbangi kebutuhan yang diinginkan oleh masyarakat. Selain itu, banyak juga oknum yang sengaja mengambil kesempatan Lebaran untuk menjadikan kelonjakan harga sebagai tradisi dengan menimbun pasokan bahan baku pangan, dengan demikian ketika pasokan bahan baku pangan menurun mereka dapat menjual bahan baku pangan dengan harga yang tinggi, meskipun pasokan bahan baku pangan mencukupi, distribusi dari petani ke konsumen juga berpengaruh penting terhadap harga yang dikeluarkan oleh pedagang. Distribusi yang panjang dan melalui banyak pihak juga dapat mempengaruhi naiknya harga bahan baku pangan.

tambahan artikelmaka dari itu, untuk Lebaran tahun 2015, Menteri Pertanian telah merancang strategi untuk mengantisipasi kelonjakan harga tersebut. Menteri pertanian telah mengunjungi beberapa kabupaten dan memastikan pasokan bahan baku pangan seperti beras, ayam ras, telur, daging, bawang, serta sayur cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada saat Lebaran. Selain itu, menteri pertanian juga memastikan akan menginspeksi oknum distributor dan pedagang agar tidak terjadi penimbunan ilegal yang akan mempengaruhi harga bahan baku pangan. distribusi bahan baku pangan juga akan dipersingkat sehingga harga yang didapat oleh konsumen tidak berbeda jauh dengan harga petani. pemotongan rantai distribusi dilakukan dengan langsung menggandeng Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk langsung berinteraksi membeli dari petani.

Diharapkan, seluruh elemen masyarakat bisa saling membantu dengan pemerintah agar tidak terjadi lagi masalah serupa dari tahun ke tahun yang menyebabkan melonjaknya sebagian besar bahan baku pangan. selain itu, agar tercipta kesejahteraan untuk semua elemen masyarakat.

 tambahan artikel 2sumber: google.com

Author: Kintan K dan Helmi P

#AR

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *