Indonesia Siap Hadapi Krisis Pangan!

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan sumber daya alamnya. Tidak hanya kaya sumber daya alam, negara kepulauan yang terletak di Asia Tenggara ini memiliki sumber daya manusia yang banyak pula. Namun, di negara berkembang ini ternyata masih banyak sekali kasus-kasus kelaparan yang masih belum ditangani secara serius. Semakin banyaknya kasus kelaparan ini juga dikhawatirkan akn menuju ke dalam kirisi pangan. Pangan merupakan hal fundamental yang dibutuhkan manusia untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Namun, kebutuhan pangan dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan ledakan jumlah penduduk Indonesia yang terus meningkat.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan,Indonesia harus siap menghadapi krisis pangan dan energi. Hal itu disampaikan dalam pertemuan dengan seluruh jajaran TNI AD dan birokrasi pemerintah daerah (Pemda) DKI Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang. Menurut KSAD, pertumbuhan penduduk di dunia berjalan dengan cepat. Berdasarkan data yang diperoleh, penduduk di dunia pada 1800 hanya berjumlah 1 miliar. Kemudian 130 tahun kemudian bertambah 1 miliar (2 miliar). Akan tetapi, sangat disayangakan karena pertambahan penduduk ini tidak diimbangi dengan ketersediaan energi. Berdasarkan data OPEC sisa cadangan energi tinggal 45 tahun lagi sementara konsumsi energi terus meningkat.

“Saat ini, sekitar 70% konflik di dunia berlatar belakang energi. Hanya wilayah-wilayah ekuator seperti, Indonesia, ASEAN, Afrika dan Amerika Latin, yang cocok tanam sebagai sumber energi terbarukan. Hanya inilah (tiga negara) yang memiliki sumber air dan pangan ke depan,” terang Gatot.

 

Lalu, bagaimana kita bisa mencegah ataupun mengatasi terjadinya krisis pangan di Indonesia?

Masalah pangan di Indonesia pada dasarnya tidak harus selalu dikarenakan minimnya pasokan makanan ke daerah tertentu yang mengalami kelaparan. Jika kita tinjau kembali, maka beberapa hal ini sangat penting untuk diperhatikan:

  1. Sumber Daya Tanah atau Lahan Pertanian

Dewasa ini, lahan pertanian seperti sawah semakin berkurang. Lahan sawah berkurang dan hilang digantikan dengan pemukiman warga. Selain itu, biaya pengurusan lahan sawah ternyata tidaklah sedikit, sehingga pemilik sawah lebih memilih utuk menjual lahan pertanian tersebut. Dengan adanya fenomena ini, maka yang perlu kita lakukan adalah kembali memperluas lahan pertanian atau memaksimalkan potensi dari ahan pertanian yang sudah ada. Selain itu, infrasturuktur pada lahan pertanian juga perlu ditinjau seperti adanya irigasi pada persawahan. Karena hal ini akan menunjang produktifitas serta memaksimalkan hasil pertanian.

  1. Teknologi dan Sumber Daya Manusia

Teknologi yang kian maju juga perlu diseimbangkan di dunia pertanian. Untuk mengoperasikan teknologi pun diperlukan sumber daya manusia yang memiliki keinginan dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam hal teknologi pertanian. Dengan adanya sumber daya manusia yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, maka dapat dipastikan suber daya manusia tersebut akan belajar demi memaksimalkan bidang teknologi yang bisa diterapkan di dunia pertanian. Untuk mencapai maksimalnya sumber daya manusia, tidak harus selalu dilihat dari tingginya pendidikan namun harus diimbangi dengan rasa ingin tahu dan keinginan untuk terus belajar.

  1.   Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan ini berkaitan besar dengan musim ataupun iklim yang ada di Indonesia. Dampak pemanasan global diduga juga berperan dalam menyebabkan krisis pangan dunia, termasuk di Indonesia, karena pemanasan global menimbulkan periode musim hujan dan musim kemarau yang semakin tidak menentu. Dampak langsung dari pemanasan global terhadap pertanian di Indonesia adalah penurunan produktivitas dan tingkat produksi sebagai akibat terganggunya siklus air karena perubahan pola hujan dan meningkatnya frekuensi anomali cuaca ekstrim, dapat mengakibatkan pergeseran waktu, musim, dan pola tanam.

Ketiga factor penting ini adalah salah satu penyebab yang berkorelasi tinggi terhadap terjadinya krisis pangan. Dengan memperhatikan dan menimbang adanya factor-faktor tersebut, diharapkan kita sebeagai penerus pejuang Indonesia dapat mencegah terjadinya krisis pangan di Indonesia.

Source:

http://ekbis.sindonews.com/read/1013820/34/indonesia-harus-siap-hadapi-krisis-pangan-dan-energi-1434538579

harianterbit.com

Author: PP 15/16

#AR

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *