HARI TEMPE

TEMPE

6 Juni ditetapkan sebagai Hari Tempe Sedunia. Salah satu alasan dipilihnya 6 Juni adalah karena pada tanggal ini merupakan hari kelahiran Presiden Soekarno, yang pada era 1950-an hingga 1960-an sering berpidato “Jangan Jadi Bangsa Tempe” untuk memotivasi bangsa Indonesia agar tidak diinjak-injak bangsa lain. Alasan kedua adalah diresmikannya Rumah Tempe Indonesia (RTI) di Bogor pada tanggal 6 Juni 2012. RTI merupakan percontohan praktik pembuatan tempe secara higienis bagi pada pengrajin tempe tradisional.

Tempe merupakan salah satu hasil fermentasi kedelai yang sudah cukup dikenal sebagai makanan yang bermanfaat bagi kesehatan. Tempe mengandung vitamin B12 yang biasanya terdapat dalam daging dan juga merupakan sumber protein nabati selain sebagai sumber kalori, vitamin dan mineral. Fermentasi dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus, Rhizopus oryzae, Rhizopus stolonifer, dan beberapa jenis kapang Rhizopus lainnya. Pada proses fermentasi akan terjadi hidrolisis senyawa-senyawa kompleks menjadi sederhana, sehingga baik untuk dicerna. Proses pembuatan tempe dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu suhu, kelembaban dan waktu pemeraman. Suhu pemeraman tempe yang baik digunakan untuk proses fermentasi adalah pada suhu kamar 20-37˚ C dengan kondisi tempat agak gelap, dan suhu maksimal 40˚ C karena apabila suhu terlalu tinggi pertumbuhan kapang tempe tidak akan sempurna. Selain suhu pemeraman dipengaruhi pula kelembaban, untuk mengkondisikan tempe. kelembaban dipengaruhi pula oleh lama pemeraman. lama pemeraman bervariasi dari 18-36 jam.

Tempe merupakan makanan yang kaya akan serat pangan, kalsium, vitamin B, dan zat besi. Secara umum tempe berwarna putih, dikarenakan pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga terbentuk tekstur yang memadat. Kandungan gizi tempe seperti protein, karbohidrat, dan lemak tidak banyak berubah. Akan tetapi dikarenakan adanya kapang tempe, maka kandungan protein, karbohidrat, dan lemak menjadi lebih mudah untuk dicerna oleh tubuh Tempe memiliki aroma yang khas dikarenakan adanya degradasi dari komponen-komponen dari kedelai itu sendiri. Di dalam tempe kandungan nilai gizinya lebih baik dibandingkan dengan kedelai dan produk turunan lainnya. Kandungan tersebut diantaranya adalah vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan juga asam pantorenat. Tempe memiliki banyak sekali manfaat bagi tubuh. Kandungan zat besi pada tempe dapat menurunkan tekanan darah dan menanggulangi anemia, kandungan kalsium yang tinggi mampu untuk mencegah terjadinya osteoporosis, kandungan antioksidan yang tinggi dapat mencegah terjadinya kanker dan penuaan dini, kandungan asam lemk jenuh ganda pada tempe mampu untuk menurunkan kolesterol tubuh, serta kandungan superoksida dismutase yang dpat mengendalikan radikal bebas.

Sumber:

https://www.google.com/amp/s/tempe.wordpress.com/2013/06/07/hari-tempe-sedunia/amp/ diakses pada 3 Juni 2019 pukul 17.35 WIB

Eduard. 2016. Pengaruh Pemberian Tempe Terhadap Fraksi Lemak Darah Mencit Obesitas. Skripsi. Lampung: Universitas Lampung

Mukhoyaroh, Hanifah. 2015. Pengaruh Jenis Kedelai, Waktu, dan Suhu Pemeraman Terhadap Kandungan Protein Tempe Kedelai. Jurnal Florea 2(2): 47-51

Sukardi, dkk. 2008. Uji Coba Penggunaan inokulum Tempe dari Kapang Rhizopus oryzae dngan Substrat Tepung Beras dan Ubi Kayu pada Unit Produksi Tempe Sanan Kodya Malang. Jurnal Teknologi Pertanian 9 (3): 207-215

Written by admin

Leave a Reply