HARI JAMU NASIONAL

Sebagai masyarakat Indonesia, pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya jamu. Ya, jamu yang biasa digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan segala macam penyakit yang berasal dari rempah-rempah, akar-akaran, ataupun juga dari dedaunan yang diracik sedemikian rupa menjadi minuman obat tradisional. Jamu sendiri terkenal dengan rasanya yang banyak dikatakan memiliki rasa pahit. Tapi, rasa pahit tersebut sangat berbanding dengan khasiat yang dimiliki oleh jamu. Khasiat yang dimiliki oleh jamu terbukti mampu memberikan efek penyembuhan bagi orang yang menderita sakit ataupun hanya sekedar untuk menambah stamina.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (2004) mengelompokkan obat herbal menjadi tiga bentuk sediaan yaitu sediaan jamu, sediaan herbal terstandar dan sediaan fitofarmaka. Jamu adalah obat tradisional berbahan alami warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi untuk kesehatan. Jamu sudah dikenal berabad-abad di Indonesia. Pertama kali jamu dikenal dalam lingkungan Kesultanan di Djogjakarta dan Kasunanan di Surakarta. Jaman dahulu resep jamu hanya dikenal di kalangan keraton dan tidak diperbolehkan keluar dari keraton. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, orang-orang modern di lingkungan keraton mulai mengajarkan meracik jamu ke masyarakat di luar keraton sehingga jamu terus berkembang di Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

Pengertian jamu dalam Permenkes No. 003/Menkes/Per/I/2010 adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan serian (generik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Jamu adalah obat tradisional yang diracik dengan menggunakan bahan tanaman sebagai penyusun jamu tersebut. Jamu disajikan secara tradisional dalam bentuk serbuk seduhan, pil, atau cairan. Satu jenis jamu disusun dari berbagai tanaman obat yang jumlahnya antara 5 – 10 macam, bahkan bisa lebih. Jamu tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai uji klinis, tetapi cukup dengan bukti empiris (Suharmiati, 2003). Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang/ akar-akaran, daun-daunan, kulit batang, dan buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan seperti empedu kambing. Salah satu contoh jamu yaitu jamu kunyit asam. Bahan utama pembuatan jenis jamu ini adalah kunyit dan asam jawa, namun diberi beberapa tambahan bahan seperti gula merah, temulawak dan rempah lain. Manfaat jamu kunyit asam yaitu dapat membantu melangsingkan tubuh, mengatasi masalah menstruasi, memperlancar peredaran darah, menjaga proses metabolisme tubuh agar tetap dalam kondisi sehat, dan masih banyak lagi (Hanifah, 2016).

Sumber:

Badan Pengawasan Obat dan Makanan. 2004. Tentang Ketentuan Pokok Pengelompokkan dan Penandaan Obat Bahan Indonesia. Departemen Kesehatan RI; Jakarta

Departemen Kesehatan RI. 2010. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 003 Tahun 2010 Saintifikasi Jamu Dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan. Departemen Kesehatan RI :Jakarta.

Hanifah. 2016. Uji Kualitas Bakteriologis Terhadap Jamu Gendong Di Kota Padang. Thesis. Universitas Andalas.

Suharmiati. 2003. Menguak Tabir Dan Potensi Jamu Gendong. Jakarta :Agromedia Pustaka

Written by admin

Leave a Reply