Apa Saja Tipe-Tipe dari Antioksidan?

Sering mendengar kata Antioksidan? Yup Antioksidan adalah zat gizi dalam makanan yang mampu mempertahankan daya tahan tubuh terhadap serangan radikal bebas, bakteri, dan virus. Biasanya bagi orang yang menderita HIV/AIDS antioksidan menjadi pilihan sebagai terapi makanan dan minuman sehari-hari agar tubuh tetap sehat,produktif, dan tidak mudah terinfeksi. (Asuhan Keperawatan pada Pasien Terinfeksi HIV/AIDS:138)

Berikut beberapa tipe dari antioksidan, peran dalam tubuh dan sumber dimana kita bisa mendapatkannya :

Vitamin A : Vitamin yang larut dalam lemak ini dibutuhkan dalam pembentukan tulang, pencernaan, kesehatan mata, dan membantu dalam sistem kekebalan tubuh dan kulit. Makanan yang kaya akan vitamin A antara lain, wortel, hati, kentang manis, aprikot, jeruk, mangga, jambu biji, pepaya, susu, yogurt, dan kuning telur.

Vitamin C : vitamin C merupakan pembersih radikal bebas yang berada di dalam suatu lingkungan yang berair, seperti didalam sel. Vitamin C bekerja secara sinergis dengan vitamin E untuk menghilangkan radikal bebas. Vitamin C banyak ditemukan di dalam jeruk, lemon, strawberry, tomat, paprika hijau, brokoli, dan sayuran berdaun hijau.

Vitamin E : Vitamin yang juga larut dalam lemak ini memelihara membran sel (yang sebagian besar terdiri dari asam lemak) dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Fungsi lain dari vitamin E adalah melindungi lemak di dalam LDL (kolestrol  jahat) dari proses oksidasi. Kacang, biji-bijian, sayuran berdaun hijau, minyak sayur, dan minyak hati, merupakan makanan yang kaya akan vitamin E.

Selenium : Ini adalah mineral yang harus dikonsumsi dalam jumlah yang terukur. Jangan banyak-banyak ya, karena dalam dosis besar bisa menjadi racun bagi tubuh. Makanan yang kaya akan selenium antara lain, ikan dan kerang, daging merah, telur, ayam, bawang putih, dan padi-padian.

Beta-karoten : Beta-karoten dikenal sebagai peluruh oksigen tunggal (suatu bentuk oksigen yang merupakan racun bagi tubuh) terbaik. Selain itu, beta-karoten juga merupakan pembersih radikal bebas yang baik terutama pada saat konsentrasi oksigen rendah. Beta-karoten dapat ditemukan pada wortel, paprika kuning dan merah, brokoli, kentang manis, mangga, dan jenis-jenis buah dan sayuran lainnya.

Likopen : Sebagai antioksidan, likopen sama dua kali lebih kuat dengan beta-karoten dalam melindungi sel darah putih dari kerusakan membran yang disebabkan oleh radikal bebas. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat dan serviks. Sebagai tambahan, likopen dapat mencegah penyakit jantung dengan cara menghambat oksidasi kolestrol LDL. Bersama dengan beta-karoten, likopen diketahui berperan dalam melindungi kulit dari kerusakan yang disebabkan radiasi sinar UV. Makanan yang kaya akan likopen antara lain, tomat, jeruk bali, dan semangka.

Lutein : Lutein dipercaya untuk menyaring sinar biru yang merusak serta melindungi bagian belakang mata dari kerusakan yang disebabkan radikal bebas. Lutein juga membantu mencegah degenerasi makular yang berkaitan dengan usia, perkembangan glukoma, dan katarak. Makanan yang kaya akan lutein antara lain sayuran berwarna hijau gelap, seperti brokoli, kiwi, bayam, dan tunas brussel.

Lignan : Makanan yang mengandung lignan banyak ditemukan pada biji rami, oatmeal, dan berley.

Yuk seimbangkan energi yang masuk dengan energi yang kita keluarkan. Kegiatan mulai padat, kan? Jaga kesehatan, Kawan! (EL)

Sumber: http://health.kompas.com/read/2011/08/13/07571157/Mengenal.Lebih.Jauh.Antioksidan dengan perubahan

Written by admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *